Metode perbaikan atau pengisian rongga menggunakan material semen grout khusus yang tidak mengalami penyusutan (shrinkage) setelah mengeras. Material ini biasanya berbasis semen dengan tambahan bahan aditif untuk meningkatkan kinerja dan menggunakan bekisting.
Tujuan utama:
■ Mengisi celah / rongga di bawah base plate
■ Perbaikan beton retak atau keropos
■ Menjamin transfer beban yang optimal
■ Mengikat elemen struktur dengan kuat
standar yang umum digunakan:
■ ASTM C1107 — Standar utama untuk grout non-shrink
■ ASTM C827 — Mengukur ekspansi awal (non shrink behavior)
■ ASTM C109 — Uji kuat tekan grout
■ ACI 351.1R — Panduan grouting base plate
■ SNI (Indonesia) — Mengacu ke standar beton & material semen
■ ACI 440.2R — Standar utama desain & instalasi FRP
Grouthing umum digunakan:
■ Beton Retak Struktural (> 2mm)
■ Beton Keropos (Honeycomb)
■ Pengelupasan (spalling)
■ Beton mengalami Korosi tulangan
■ Mutu beton di bawah 20 Mpa
■ Kerusakan yang disebabkan kimia
Note:
Metode perbaikan struktur dengan Grouthing banyak dilakukan sebelum pemasangan FRP/CFRP yang berfungsi sebagai pengembalian elemen struktur dan standarisasi mutu beton sebelum pemasangan FRP/CFRP.
Pekerjaan Grouthing ini sering digunakan pada perbaikan struktur Jembatan, Dermaga, maupun Gedung yang mengalami spalling dan degradasi akibat: